Membuat website company profile lebih mudah ketika bahan dasarnya sudah terkumpul. Anda tidak perlu menulis semuanya dengan bahasa pemasaran sejak awal. Catatan singkat tentang usaha, daftar layanan, dan foto yang jelas sudah cukup untuk memulai penyusunan halaman.
Checklist berikut membantu Anda membedakan informasi yang wajib tersedia dari materi tambahan yang bisa dilengkapi kemudian.
1. Identitas dan ringkasan usaha
Tuliskan nama usaha yang akan tampil, bidang kerja, lokasi layanan, dan satu atau dua kalimat yang menjelaskan apa yang Anda kerjakan. Sertakan logo dalam berkas yang cukup tajam bila sudah ada. Jika belum punya tagline, jangan memaksakan kalimat yang terdengar besar tetapi kurang menjelaskan usaha.
Siapkan pula nama badan usaha, alamat, serta dokumen legalitas hanya bila memang relevan dan boleh ditampilkan. Periksa kembali ejaan nama dan informasi resmi sebelum website terbit.
2. Layanan atau produk utama
Buat daftar layanan atau kategori produk yang benar-benar ditawarkan saat ini. Untuk tiap item, jawab tiga hal: apa yang disediakan, siapa yang biasanya membutuhkannya, dan bagaimana calon pelanggan bisa memulai percakapan.
Jika penawaran bergantung pada ukuran, jumlah, atau lokasi, jelaskan faktor tersebut. Anda boleh memakai tombol permintaan penawaran tanpa menampilkan harga tetap. Jangan menulis layanan yang belum siap Anda kerjakan hanya agar daftar terlihat panjang.
3. Foto dan contoh pekerjaan
Pilih foto tempat kerja, tim, produk, atau proses yang memang milik usaha Anda dan diizinkan untuk dipublikasikan. Beri nama berkas yang mudah dikenali, lalu sertakan keterangan singkat tentang isi setiap foto. Foto yang sesuai konteks sering lebih membantu daripada gambar stok yang tampak bagus tetapi tidak menjelaskan pekerjaan Anda.
Untuk portofolio, catat nama proyek, jenis pekerjaan, peran usaha Anda, dan hasil yang boleh diceritakan. Minta izin terlebih dahulu sebelum memasang nama atau logo pelanggan. Jika belum ada proyek yang bisa ditampilkan, bagian portofolio dapat ditunda. Hindari testimoni dan angka pencapaian yang belum dapat dibuktikan.
4. Jalur kontak yang akan dipakai
Tentukan nomor WhatsApp, alamat email, dan jam layanan yang benar-benar dipantau. Pilih tindakan utama yang Anda inginkan dari pengunjung: bertanya, meminta penawaran, menjadwalkan konsultasi, atau melihat katalog. Tombol dan formulir sebaiknya mengikuti tujuan tersebut.
Coba alurnya dari ponsel sebelum website diluncurkan. Periksa apakah nomor tujuan benar, pesan awal mudah dipahami, dan balasan akan ditangani oleh orang yang tepat. Jika memakai formulir, sepakati siapa yang menerima serta menindaklanjuti permintaan.
5. Pertanyaan yang sering muncul
Kumpulkan pertanyaan yang biasa diajukan calon pelanggan, seperti area layanan, cara pemesanan, waktu pengerjaan, atau dokumen yang perlu dikirim. Jawaban singkat dapat menjadi bagian FAQ dan membantu pengunjung memahami proses sebelum menghubungi Anda.
Periksa ulang informasi yang mudah berubah. Harga, stok, waktu pengerjaan, dan ketentuan layanan perlu diperbarui ketika kondisi usaha berubah.
Mulai dari bahan yang paling penting
Untuk versi awal, prioritaskan ringkasan usaha, layanan utama, beberapa foto yang layak tayang, dan kontak aktif. Susunan halaman serta gaya penulisan dapat dirapikan saat desain berlangsung. Dengan bahan yang jelas, Anda dan pembuat website bisa membahas isi yang nyata, bukan menebak-nebak pesan yang ingin disampaikan.
Jika Anda sedang menyiapkan website company profile, kirim gambaran usaha dan materi yang sudah tersedia saat konsultasi. Bahan yang belum lengkap dapat dicatat sebagai pekerjaan berikutnya tanpa perlu mengarang informasi.
Siap membuat website Anda sendiri?
Konsultasikan kebutuhan Anda gratis, kami bantu dari perencanaan sampai website online.
Konsultasi via WhatsAppArtikel terkait
Manfaat Website Katalog untuk Membantu UMKM Mendapatkan Pelanggan Baru
Kenali manfaat website katalog untuk UMKM, informasi produk yang perlu disiapkan, dan cara menghubungkannya dengan WhatsApp agar calon pelanggan mudah bertanya.
Baca artikelWebsite Sudah Online, Lalu Apa? Panduan Perawatan Website untuk Bisnis
Website bukan sekali jadi lalu ditinggal. Ini daftar perawatan rutin — backup, update keamanan, SSL, domain, dan konten — supaya website tetap aman dan bisa diandalkan.
Baca artikelWebsite Katalog Produk untuk Eksportir: Apa Saja yang Harus Ada?
Pembeli luar negeri biasanya mengecek website sebelum membalas penawaran. Ini isi website katalog yang membantu eksportir dipercaya dan dihubungi.
Baca artikel